Kamis, 02 Januari 2014

Ketika masa depan itu menjadi nyata

Perjuangan manis, pahit, hambar, pedas dan sebagainya sudah terlewati sejak awal lulus SMA bertempur dnegan seleksi-seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri. melewati SNMPTN yang gagal, SBMPTN yang gugur dan hingga akhirnya di terima ikut Seleksi Unlam Mandiri. Alhamdulillah terkabul semua keinginan melanjutkan pendidikan menjadi calon guru bahasa Indonesia. Tidak mudah memang bersaing di dalam pembelajaran, hampir semua teman-teman program studi berfikir kritis dalam ruangan, tapi tidak semua yang begitu. ada juga yang santai menunggu hasil kerjaan teman. yaa mungkin itu memang sudah menjadi kebiasaan yang susah untuk di tinggalkan. berbaur dengan teman-teman memang asyik, tapi kalau masalah ujian berbaur? kurang asyik kali yaa -___- se ikhlasnya membantu tapi tidak harus semua dikerjakan oleh satu orang kan? usaha yang di lakukan diri sendiri lebih baik dari pada menunggu kerja hasil orang lain.
Saya memang bukan orang pintar tapi saya berusaha untuk menjadi sosok panutan yang bisa membuat hidup orang menjadi lebih baik. mungkin bisa di lihat dari kehidupan saya yang santai, suka berbaur dan kadang oon hehehe, semua itu saya jalani dengan penuh kesadaran diri.
saya juga tidak tau apa yang saya tulis, namun pengalaman selama hampir setengah tahun di universitas sudah dapat dijadikan pelajaran untuk kedepannya :)

THE BEST FUTURE TEACHER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar