Jumat, 27 Desember 2013

Hello :*


selamat sore \m/ lagi iseng nih nggak ada kerjaan. baru aja nemu nih foto, kece kan :D yang baju pink itu best friend gue pake bangetttt namanya Belaa Ayu Dinda Roesadi anaknya om Roesadi dan yang baju hitam itu tu best gue juga namanya Putri Anjani "sepupunya seseorang yang pernah nempel di kehidupan gue" hahaha. nih foto pas lagi bulan Ramadhan, tepatnya di sebuah mall terkenal daerah Ibu Kota Jawa Barat wkwkwk becandong cyyn :D

Kamis, 26 Desember 2013

Blogger?


Tidak ada salahnya bagi kita untuk mengenal sejarah kemunculan blog.Wep blog pertama kali muncul pada sekitar tahun 1993.Sebelum blog menjadi tekenaler, komunitas digital telah mempunyai bebeerapa forum diskusi seperti Usenet,Milis dan BBS (Bulletin Board System). Pada tahun1990, sebuah software forum internet yaitu WepEx, dibuat dengam system percakapan berdasarkan urutan pesan.

     Tahun 1994-2001, Blog modern berkembang dari sebuah diary online dimana masyarakat ketika itu mau menampilkan kehidupan pribadi mereka di internet. Kebanyakandari mereka di sebut dengan diarist, atau jurnalis. Justin Hall adalah orang yang pertama kali membuat blog pribadi pada tahu 1994 ketika dia masih menjadi mahasiswa di Swarthmore College, dan dialah yang menjadi pelopor blog pertama kali.

     Istilah wep blog diciptakan oleh Jorn Barger pada tangal 17 Desember 1997. Bentuk pendeknya adalah "blog" yang di populerkan oleh Peter Merholz. Dia memmendekan kata webblog menjad we blog. Istilah tersebut dimasukanya ke dalam blognya di www.peterme.com sekitar bulan April atau Mei 1999. Istilah ini kemudian secara cepat berkembang menjadi to blog artinya edit atau kirim ke blog.

     Setelah melalui perkembangan yang cukup lamban, maka blog mendapatkan popularitas ketika sebuah wepsite yang bernama Xanga mempunyai 50 juta diary pada Desember 2005,yang sebelumnya pada tahun 1997 hanya mempunyai 100 diary.

     Pengunaan blog menjadi lebih populer ketika seiring dengan munculnya berbagai tool yang semakin mempermudah pembuatan blog, antara lain sebagai berikut.

1.     Opra Diary, hadir pada bulan Oktober 1998. Opra Diary menjadi blog pertama yang menajak 
        pembacanya memberikan komentar dan tanggapan kepada penulis lain yang ada dalam blog tersebut.
2.     Live Jurnal, dimulai pada bulan Maret 1999 oleh Brad Fitzpatrick.
3.     Pitas.com, pada bulan Juli 1999 oleh Andrew Smales, yang kemudian diikuti oleh Diaryland pada
        September 1999 yang lebih memfokuskan untuk komunitas diary-diary pribadi.
4.     Blogger.com, pada bulan Agustus 1999 oleh Evan Williams dan Meg Hourihan dari Pyra Labs (yang
        sekarang telah dibeli oleh Google pada bulan Februari 2003).

     Pada tahun 2001-2004, beberapa blog di Amerika telah menjadi populer dan sebagian besar digunakan untuk mendukung kegiatan politik orang-orang pemerinthan seperti Andrew Sullivan.com, Ron Gunzburger.com dan lain-lain.

     Dari tahun 2004 sampai sekarang blog telah menjadi "wabah" di internet yang tidak dapat dihindari. Puluhan bahkan ratusan web blog telah mewarnai kebanyakan aktifitas interne saat ini. Blog telah dianngap suatu kebutuhan saat ini karna merupakan media yang efektif dalam mengekspresikan ide, gagasan, dan lain sebagainya.

Sumbr=======> http://lihin-android.blogspot.com/ (lihin android) alumni STMIK DW

Minggu, 15 Desember 2013

Analisis Struktural Novel Ronggeng Dukuh Paruk



Analisis Struktural dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk
(Buku Pertama Dari Trilogi)
Oleh
Ahmad Tohari

Nama  : Luthfia Safitri
NIM    : A1B113221
Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia
Universitas Lambung Mangkurat

            Menganalisis novel ronggeng dukuh paruk dengan cara memakai pendekatan struktural berguna untuk memudahkan pembaca dalam hal mencari unsur instrinsik dan ekstrinsik dalam novel tersebut. Novel ini saya unggah memaluli situs internet, berisi 64 halaman. Untuk memaknai isi keseluruhan novel tersebut, berikut analisis strukturalnya.
A.    Unsur Intrinsik Novel Ronggeng Dukuh Paruk
a.       Tema         : Masalah yang dibicarakan dalam cerita
 Sosok perempuan yang kehidupannya tergoyah karena pengaruh hukum adat di tempat dia tinggal
Bukti         : “ Eh Rasus. Mengapa kau menyebut hal-hal sudah lalu? Aku mengajukan permintaan itu sekarang. Dengar rasus, aku akan berhenti menjadi ronggeng karena aku ingin menjadi istri seorang tentara. Engkaulah orangnya.” (Tohari,Ahmad. 2008:63)
                   “............. bahkan lebih dari itu. Aku akan memberi kesempatan kepada pedukuhanku yang kecil itu kembali kepada keasliannya. Dengan menolak perkawinan yang ditawarkan Srintil, aku memberi sesuatu yang paling berharga bagi Dukuh Paruk: Ronggeng!” (Tohari,Ahmad, 2008:64)
b.      Alur           : Jalan cerita
Maju, mundur, gabungan
Bukti alur Maju     : “ Jadi pada malam yang bening itu, tak ada anak Dukuh Paruk keluar halaman. Setelah menghabiskan sepiring nasi gaplek mereka lebih senang bergulung dalam kain sarung, tidur di atas balai-balai bambu. Mereka akan bangun esok pagi bila sinar matahari menerobos celah dinding dan menyengat diri mereka.” (Tohari, Ahmad. 2008:7)
Bukti alur mundur : “ Sebelas tahun yang lalu ketika Srintil masih bayi. Dukuh Paruk yang kecil basah kuyup tersiram hujan lebat. Dalam kegelapan yang pekat, pemukiman terpencil itu lengang, amat lengang.” (Tohari,Ahmad, 2008:11)
Bukti alur gabungan: “ Dukuh Paruk dengan segalan isinya termasuk cerita Nenek itu hanya bisa ku rekam setelah aku dewasa. Apa yang ku alami sejak anak-anak kusimpan dalam ingatan yang serba sederhana.” (Tohari,Ahmad, 2008:17)
                                  “ Lebih baik sekarang kuhadapi hal yang lebih nyala. Srintil sudah menjadi Ronggeng di Dukuh Paruk.” (Tohari,Ahmad, 2008:19)
                                 “Tahun 1960 wilayah kecamatan Dawuan tidak aman.” (Tohari,Ahmad, 2008:64)
                                “ Sebagai laki-laki usia dua puluh tahun, aku hampir dibuatnya menyerah.” (Tohari,Ahmad, 2008:63)
c.       Tokoh                    : Orang yang berperan dalam cerita
1.      Rasus                                                   9. Nenek Rasus
2.      Warta                                                  10.  Santayib (Ayah Srintil)       
3.      Dursun                                                            11. Istri Santayib (Ibu Srintil)
4.      Srintil                                                  12. Dower
5.      Sakarya ( Kakek Srintil)                      13. Sulam
6.      Ki Secamenggala                                14. Siti
7.      Kartareja dan Nyai Kartareja              15. Sersan Slamet
8.      Sakum                                                 16. Kopral Pujo
d.      Penokohan/Watak: Sifat pemain dalam sebuah novel
1.      Rasus               : bersahabat, penyayang, pendendam, pemberani
Bukti bahwa Rasus bersahabat “ Di tepi kampung, tiga orang anak laki-laki sedang bersusah payah mencabut sebatang singkong.” (Tohari,Ahmad, 2008:4)
Bukti bahwa Rasus penyayang “ Suatu saat ku bayangkan emak ingin pulang ke Dukuh Paruk.” (Tohari,Ahmad, 2008:49)
Bukti bahwa Rasus pendendam “ Nenek menjadi korban balas dendamku terhadap Dukuh Paruk......” (Tohari,Ahmad, 2008:47)
Bukti bahwa Rasus pemberani “ Aku mengutuk sengit mengapa kopral Pujo belum juga muncul. Karena tidak sabar menunggu, maka timbul keberanianku” (Tohari,Ahmad, 2008:61)
2.      Warta              : bersahabat, perhatian dan penghibur
Bukti bahwa Warta bersahabat “ Di tepi kampung, tiga orang anak laki-laki sedang bersusah payah mencabut sebatang singkong.” (Tohari,Ahmad, 2008:4)
Bukti bahwa Warta perhatian dan penghibur “Rasus, kau boleh sakit hati. Kau boleh cemburu. Tetapi selagi kau tak mempunyai sebuah ringgit emas, semuanya menjadi sia-sia.” (Tohari,Ahmad, 2008:37)
“Tidak apa-apa Warta. Percayalah sahabatku, tak ada yang salah pada diriku. Aku terharu. Suaramu memang bisa membuat siapa pun merasa begitu terharu.” (Tohari,Ahmad, 2008:37)
3.      Dursun                        : bersahabat
Bukti bahwa Dursun bersahabat Di tepi kampung, tiga orang anak laki-laki sedang bersusah payah mencabut sebatang singkong.” (Tohari,Ahmad, 2008:4)
4.      Srintil              : Bersahabat, seorang ronggeng, agresif, Dewasa
Bukti bahwa Srintil bersahabat “ Sebelum berlari pulang. Srintil minta jaminan besok hari Rasus dan dua orang temannya akan bersedia kembali bermain bersama.” (Tohari,Ahmad, 2008:4)
Bukti bahwa Srintil seorang Ronggeng “ ......., Srintil mulai menari. Matanya setengah terpeja. Sakarya yang berdiri di samping Kartsreja memperhatikan ulah cucunya dengan seksama. Dia ingin membuktikan bahwa dalam tubuh Srintil telah bersemayam indang ronggeng.” (Tohari,Ahmad, 2008:10)
Bukti bahwa Srintil agresif “ aku tak bergerak sedikit pun ketika Srintil merangkulku, menciumiku. Nafasnya terdengar begitu cepat.” (Tohari,Ahmad, 2008:38)
Bukti bahwa Srintil dewasa “ dia tidak mengharapkan uang. Bahkan suatu ketika dia mulai berceloteh tentang bayi, tentang perkawinan.” (Tohari,Ahmad, 2008:53)
5.      Sakarya (Kakek Srintil): Penyayang, tega
Bukti bahwa Sakarya penyayang “dibawah lampu minyak yang bersinar redup. Sakarya, kamitua di pedukuhan kecil itu masih merenungi ulah cucunya sore tadi.” (Tohari,Ahmad, 2008:8)
Bukti bahwa Sakarya tega “Jangkrik!” sahutku dalam hati. “kamu si tua bangka dengan cara memperdagangkan Srintil.” (Tohari,Ahmad, 2008:63)
6.      Ki Secamenggala : nenek moyang asal Dukuh Paruk
Buktinya adalah “hanya Sakarya yang cepat tanggap. Kakek Srintil itu percaya penuh Roh Ki Secamenggala telah memasuki tubuh Kartareja.....” (Tohari,Ahmad, 2008:27)
7.      Kartareja dan Nayi Kartareja : mistis, egois
Bukti bahwa Kartareja dan Nyai Karateja mistis “Satu hal disembunykan oleh Nyai Kartareja terhadap siapa pun. Itu ketika dia meniuokan mantra pekasih ke ubun-ubun Srintil.” (Tohari,Ahmad, 2008:9)
“Tiba giliran bagi Kartareja. Setelah komat-kamit sebentar, laki-laki itu memberi aba-aba....” (Tohari,Ahmad, 2008:26)
8.      Sakum             : hebat
Bukti bahwa Sakum hebat “ Sakum, dengan mata buta mampu mengikuti secata seksama pagelaran ronggeng.” (Tohari,Ahmad, 2008:9)
9.      Nenek Rasus   : linglung
Bukti bahwa Nenek Rasus pikun “ Ah, semakin tua nenekku. Kurus dan makin bungkuk. Kasian, Nenek tidak bisa banyak bertanya kepadaku. Linglung dia.” (Tohari,Ahmad, 2008:62)
10.  Santayib (Ayah Srintil) : bertanggungjawab, keras kepala
Bukti bahwa Santayib bertanggungjawab “ Meski Santayiborang yang paling akhir pergi tidur, namun dia pulalah pertama kali terjaga di Dukuh Paruk.....” (Tohari,Ahmad, 2008:12)
Bukti bahwa Santayib keras kepala “Kalian, orang Dukuh Paruk. Buka matamu, ini Santayib! Aku telah menelan seraup tempe bongrek yang kalian katakan beracun. Dasar kalian semua, asu buntung! Aku tetap segar bugar meski perutku penuh tempe bingrek. Kalian mau mampus, mampuslah! Jangan katakan tempeku mengandung racun......” (Tohari,Ahmad, 2008:15)
11.  Istri Santayib   : Keibuan, prihatin
Bukti bahwa Istri Santayib keibuan “ Srintil bayi yang tahu diri. Rupanya dia tahu aku harus melayani sampean setiap pagi.” (Tohari,Ahmad, 2008:12)
Bukti bahwa Istri Santayib prihatin “Srintil kang. Bersama siapakah nanti anak kita, kang?” (Tohari,Ahmad, 2008:16)
12.  Dower             : mengusahakan segala macam cara
Bukti bahwa Dower mengusahakan “ pada saja baru ada dua buah perak. Saya bermaksud menyerahkannya kepadamu sebagai panjar. Masih ada waktu satu hari lagi. Barangkali besok bisa kuperoleh seringgit emas.” (Tohari,Ahmad, 2008:34)
“Aku datang lagi kek. Meski bukan sekeping ringgit emas yang kubawa, kuharap engkau mau menerimanya.” (Tohari,Ahmad, 2008:41)
13.  Sulam              : penjudi dan berandal, sombong
Bukti bahwa Sulam penjudi dan berandal “ Dia juga kenal siapa Sulam adanya; anak seorang lurah kaya dari seberang kampung. Meski sangat muda, Sulam dikenal sebagai penjudi dan berandal.” (Tohari,Ahmad, 2008:42)
Bukti bahwa Sulam sombong “ Sebuah pertanyaan yang menghina, kecuali engkau belum mengenalku. Tentu saja aku membawa sebuah ringgit emas. Bukan rupiah perak, apalagi kerbau seperti anak pecikalan ini.” (Tohari,Ahmad, 2008:42)
14.  Siti                   : alim
Bukti bahwa Siti alim “hw, jangan samakan Siti dengan gadis-gadis di Dukuh Paruk. Dia marah karena kau memperlakukannya secara tidak senonoh.” (Siti meleparkan singkong ke arah Rasus) (Tohari,Ahmad, 2008:50)
15.  Sersan Slamet  : penyuruh, tegas
Bukti bahwa Sersan Slamet penyuruh “Pekerjaan dimulai.peti-prti logam serta barang lainnya diangkat ke atas pundak dan kubawa ke sebuah rumah....” (Tohari,Ahmad, 2008:54)
Bukti bahwa Sersan Slamet tegas “Katakan; ya! Kami tentara. Kami memerlukan ketegasan dalam setiap sikap,” kata Sersan Slamet tegas (Tohari,Ahmad, 2008:55)
16.  Kopral Pujo : penakut
Bukti bahwa Kopral Pujo penakut “ mengecewakan. Ternyata Kopral Pujo tidak lebih berani daripada aku......” (Tohari,Ahmad, 2008:60)
e.       Latar Waktu          : Waktu terjadinya suatu peristiwa dalam sebuah cerita
-          Sore hari “ ketiganya patuh. Ceria dibawah pohon nangka itu sampai matahari menyentuh garis vakrawala.” (Tohari,Ahmad, 2008:7)
-          Malam hari “ jadi pada malam yang bening itu, tak ada anak Dukuh Paruk yang keluar halaman...” (Tohari,Ahmad, 2008:7)
-          Pagi hari “ menjelang fakar tiba, kudengar burung sikakat mencect si rumpun aur di belakang rumah.” (Tohari,Ahmad, 2008:63)
f.       Latar Tempat                     : Tempat terjadinya suatu peristiwa dalam sebuah cerita
-          Di bawah Pohon Nangka “ Di pelataran yang membatu di bwah pohon nangka....” (Tohari,Ahmad, 2008:6)
-          Di Pekuburan Dukuh Paruk“ Selesai bermain satu babak, rombongan ronggeng bergerak menuju pekuburan Dukuh Paruk.....” (Tohari,Ahmad, 2008:26)
-          Pasar Dawuan “ Pasar Dawuan demi sedikit merenggangkan hubunganku dengan Srintil.” (Tohari,Ahmad, 2008:50)
-          Di Hutan “ Sampai di Hutan perburuan langsung dimulai....” (Tohari,Ahmad, 2008:56)
g.      Latar Suasana                    : Suasana yang terjadi dalam sebuah cerita
-          Ceria “ Ketiganya patuh, ceria di bawah pohon nangka itu berlanjut sampai matahari menyentuh garis cakrawala.” (Tohari,Ahmad, 2008:7)
-          terkesima “ penonton menunda kedipan mata ketika Srintil bangkit....” (Tohari,Ahmad, 2008:10)
-          panik “ Dalam haru-biru kepanikan itu kata-kata wuru bongkrek mulai di teriakkan orang.” (Tohari,Ahmad, 2008:13)
h.      Sudut Pandang                 : Pembawaan suatu cerita
-          Mulai dari halaman 4 s.d 17 Sudut pandang yang di gunakan adalah orang ketiga serba tahu karena dapat dibuktikan seolah-olah pembawa cerita mengetahui apa yang sedang terjadi pada saat itu “Di tepi kampung, tiga orang anak laki-laki bersusah-pauah mencabut sebatang singkong.” (Tohari,Ahmad, 2008:4)
-          Mulai dari halaman 17 s.d selsai sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama sebagai pelaku utama, karena dalam cerita dapat dibuktikan tokoh utama lebih banyak menceritakan tentang kehidupannya sejak kecil hingga akhirnya menjadi dewasa. Sejak Rasus berumur empat belas tahun sampai dia berhasil menjadi tentara di usia dua puluh tahun.
i.        Gaya bahasa                      : Ciri-ciri pembawaan bahasa yang terdapat dalam cerita
Gaya Bahasa yang terlihat dalam novel ini kadang membingungkan, karena terdapat bahasa jawa dan mantra-mantra jawa.
Uluk-uluk perkutut manggung
Teka saka negndi,
Teka saba tanah sabrang
Pakanmu apa
Pakanku madu tawon
Manis madu tawon,
Ora manis kaya putuku, Srintil
(Tohari,Ahmad, 2008:10)
j.        Amanat                 : Pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca
Jangan gampang terpengaruh dengan keadaan duniawi karena suatu saat penyesalan akan datang dalam hidupmu, segala sesuatu akan kembali kepadaNya. Kehidupan fana dalam hura-hura dunia dapat mencekam masa depanmu!
B.     Unsur Ekstrinsik Novel Ronggeng Dukuh Paruk
a.       Keagamaan (relegius)
Dalam novel ini, unsur keagamaan tidak terlalu diperlihatkan karema warga Dukuh Paruk lebih mempercayai adanya nenek moyang dan hal-hal animisme lainnya
b.      Kebudayaan
Dalam novel ini, banyak terdapat unsur kebudayaan seperti: menari, menyanyi sambil nyawer, memberikan sesaji kepada nenek moyang
c.       Sosial
Dalam novel ini, unsur sosial kemasyarakatan lebih cenderung ke arah ronggeng. Karena segala sesuatu yang berhubungan dengan hubungan antar manusia lebih diutamakan untuk ronggeng karena bagi mereka, adanya sosok ronggeng merupakan kebanggaan tersendiri di Dukuh Paruk
-          Latar belakang pengarang
Ahmad Tohari adalah sebuah nama besar dan langka di dalam khasanah kesusastraan Indonesia. Dari karya sastra yang saya baca, nama Ahmad Tohari langgeng dan cepat nempel di kalangan pembaca. Ketika mendengar namanya, maka asosiasi yang muncul dari pengarang ini adalah lokalitas, tema keislaman, dan nilai kehidupan kesederhanaan. Ronggeng Dukuh Paruk adalah salah satu bibel Ahmad Tohari. Dengan hadirnya serangkaian karya Ahmad sebagai juru bicara kesusastraan bertema lokal. Pengetahuan Ahmad Tohari mengenai dunia ronggeng dan filosofinya menegaskan bahwa Ahmad Tohari adalah wakil dari suara orang-orang yang satu daerah asalnya.